Pendahuluan: Lebih dari Sekadar Otomotif, Sebuah Warisan Ketangguhan
Ketika kita berbicara tentang Mitsubishi, yang terlintas di benak mungkin adalah deretan kendaraan tangguh seperti Pajero, Lancer Evolution, atau Xpander yang populer. Namun, di balik setiap model yang melaju di jalanan, terdapat sejarah panjang dan kaya yang membentang lebih dari satu abad, jauh sebelum mobil pertama mereka diproduksi. Logo "Tiga Berlian" (Mitsubushi) bukan hanya sekadar identitas merek, melainkan simbol filosofi yang mendalam: keandalan, integritas, dan inovasi yang tak lekang oleh waktu.
Mitsubishi Motors Corporation (MMC) adalah salah satu pemain kunci dalam industri otomotif global, yang terkenal dengan rekam jejaknya dalam teknologi 4×4, performa motorsport, dan kini, komitmen terhadap elektrifikasi. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri setiap babak penting dalam perjalanan Mitsubishi, dari akarnya sebagai konglomerat maritim hingga menjadi raksasa otomotif yang kita kenal sekarang. Mari kita selami kisah bagaimana tiga berlian ini mengukir jejaknya di jalanan dunia.
Akar Sejarah: Dari Pelayaran ke Industri Berat (1870-1916)
Kisah Mitsubishi dimulai jauh sebelum ada mobil. Pada tahun 1870, seorang visioner bernama Yataro Iwasaki mendirikan sebuah perusahaan pelayaran bernama Tsukumo Shokai di Jepang. Perusahaan ini kemudian berganti nama menjadi Mitsubishi Mail Steamship Company, dan dari sinilah nama "Mitsubishi" lahir. "Mitsu" berarti tiga, dan "hishi" (yang berubah menjadi bishi dalam pelafalan) berarti water chestnut, yang juga digunakan untuk menggambarkan bentuk belah ketupat atau berlian. Logo tiga berlian yang ikonik adalah gabungan dari lambang keluarga Iwasaki (tiga belah ketupat bertumpuk) dan lambang klan Tosa (tiga daun pohon ek).
Di bawah kepemimpinan Yataro dan para penerusnya, Mitsubishi tumbuh pesat menjadi zaibatsu (konglomerat) raksasa yang merambah berbagai sektor industri: perbankan, pertambangan, asuransi, real estat, perdagangan, dan yang paling penting, industri berat. Mereka membangun kapal, pesawat terbang, kereta api, dan berbagai mesin industri. Diversifikasi inilah yang menjadi fondasi kokoh bagi Mitsubishi untuk kemudian memasuki dunia otomotif. Pengetahuan dan keahlian yang terakumulasi dalam rekayasa mesin dan manufaktur presisi menjadi modal tak ternilai.
Langkah Pertama di Jalanan: Mitsubishi Model A (1917-1921)
Meskipun sudah berakar kuat di industri berat, Mitsubishi baru secara resmi memasuki pasar otomotif pada tahun 1917. Pada tahun itu, mereka meluncurkan Mitsubishi Model A, mobil produksi massal pertama di Jepang. Model A dirancang berdasarkan Fiat Tipo 3, sebuah mobil mewah pada zamannya.
Model A adalah sebuah terobosan untuk Jepang. Dibuat sepenuhnya di Galangan Kapal Kobe milik Mitsubishi Heavy Industries, mobil ini adalah simbol ambisi Jepang untuk bersaing dengan Barat dalam teknologi otomotif. Namun, produksinya sangat terbatas, hanya sekitar 22 unit yang dibuat hingga tahun 1921. Mobil ini mahal, sebagian besar dibuat dengan tangan, dan tidak mampu bersaing dengan mobil-mobil impor yang lebih murah dan sudah mapan. Meskipun demikian, Model A adalah langkah monumental yang meletakkan dasar bagi pengembangan otomotif Mitsubishi di masa depan, menunjukkan komitmen mereka untuk membangun kendaraan di tanah air.
Era Pasca Perang: Kebangkitan dan Fokus pada Pasar Massal (1946-1969)
Pasca Perang Dunia II, Jepang menghadapi tugas berat untuk membangun kembali negaranya. Zaibatsu Mitsubishi dibubarkan oleh pasukan Sekutu, namun kemudian secara bertahap direorganisasi menjadi perusahaan-perusahaan independen. Divisi otomotif yang dulunya bagian dari Mitsubishi Heavy Industries mulai bangkit kembali.
Di era ini, fokus beralih ke kendaraan yang lebih praktis dan terjangkau untuk kebutuhan rekonstruksi dan mobilitas masyarakat.
- Mitsubishi Mizushima (1946): Sebuah truk roda tiga yang sederhana namun vital untuk transportasi barang.
- Silver Pigeon Scooter (1946): Skuter ini menjadi alat transportasi pribadi yang populer dan terjangkau di Jepang pasca-perang.
- Jeep CJ-3B (1953): Mitsubishi mendapatkan lisensi untuk memproduksi Jeep di Jepang, yang kemudian menjadi basis bagi pengembangan kendaraan 4×4 mereka di masa depan.
- Mitsubishi 500 (1960): Mobil penumpang pertama Mitsubishi pasca-perang yang benar-benar dirancang untuk pasar massal. Ini adalah sedan kecil dan ekonomis.
- Mitsubishi Colt 600 (1962): Nama "Colt" pertama kali muncul pada mobil ini, sebuah sedan kompak yang menjadi cikal bakal lini produk populer.
- Mitsubishi Minica (1962): Sebuah "kei car" yang sangat kompak, dirancang untuk memenuhi peraturan pajak dan ukuran kendaraan di Jepang, menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan.
- Mitsubishi Galant (1969): Ini adalah model penting yang menandai ambisi Mitsubishi untuk bersaing di pasar global. Galant menawarkan desain modern, performa baik, dan fitur-fitur yang lebih canggih, menjadi tonggak awal keberhasilan ekspor.

Pada tanggal 22 April 1970, divisi otomotif dari Mitsubishi Heavy Industries secara resmi dipisahkan dan didirikan sebagai entitas independen bernama Mitsubishi Motors Corporation (MMC). Ini adalah momen krusial yang memungkinkan Mitsubishi untuk sepenuhnya fokus dan berinvestasi dalam pengembangan mobil.
Masa Keemasan: Inovasi, Performa, dan Dominasi Reli (1970-1999)
Tahun 70-an hingga 90-an adalah era di mana Mitsubishi Motors benar-benar bersinar, membangun reputasinya sebagai produsen mobil inovatif dengan performa tinggi dan dominasi di ajang motorsport.
-
Inovasi Teknologi:
- MCA-Jet (1970-an): Mitsubishi adalah salah satu produsen pertama yang mengembangkan teknologi mesin ramah lingkungan dengan sistem katup tambahan untuk mengurangi emisi, jauh sebelum peraturan emisi menjadi ketat.
- Turbocharging: Mereka menjadi pelopor dalam penggunaan turbocharger pada mobil produksi massal untuk meningkatkan performa.
- Sistem 4WD Canggih: Mitsubishi adalah salah satu yang terdepan dalam mengembangkan sistem penggerak empat roda (4WD) yang canggih, terutama melalui seri Pajero.
-
Model-model Ikonik:
- Mitsubishi Lancer (1973): Lancer segera dikenal karena keandalannya dan potensinya di ajang reli.
- Mitsubishi Galant (Generasi Lanjut): Terus berevolusi menjadi sedan yang lebih canggih dan sporty, bahkan meraih gelar "Car of the Year Japan" beberapa kali.
- Mitsubishi Pajero (Montero/Shogun) (1982): Inilah legenda sejati. Pajero merevolusi segmen SUV, menggabungkan kenyamanan mobil penumpang dengan kemampuan off-road yang luar biasa. Sistem Super Select 4WD-nya yang inovatif memungkinkan pengemudi beralih antara 2WD dan 4WD tanpa menghentikan kendaraan, sebuah fitur yang sangat revolusioner pada masanya.
- Mitsubishi Starion (1982): Mobil sport coupe yang stylish dan bertenaga, bersaing dengan Nissan Z dan Toyota Supra.
- Mitsubishi Eclipse (1989): Mobil sport kompak yang sangat populer, terutama di Amerika Utara, dikenal dengan desain sporty dan performa yang dapat diandalkan.
- Mitsubishi 3000GT (GTO di Jepang) (1990): Sebuah mahakarya teknologi. Mobil sport grand tourer ini menampilkan berbagai teknologi canggih seperti aerodynamic aktif, penggerak semua roda (AWD), dan kemudi empat roda (4WS).
- Mitsubishi Lancer Evolution (Evo) (1992): Inilah puncak performa Mitsubishi di era 90-an. Lancer Evo adalah mesin reli jalanan yang dirancang untuk homologasi di Kejuaraan Reli Dunia (WRC). Setiap generasi Evo, dari I hingga IX (dan X), adalah ikon performa yang sangat dihormati, dikenal dengan mesin turbocharged yang kuat, sistem AWD yang canggih, dan handling yang presisi.
-
Dominasi Motorsport:
- Reli Dakar: Pajero menjadi legenda tak terbantahkan di Reli Dakar, salah satu ajang balap off-road paling brutal di dunia. Mitsubishi Pajero memenangkan Reli Dakar sebanyak 12 kali, termasuk tujuh kemenangan berturut-turut dari tahun 2001 hingga 2007. Ini adalah rekor yang belum terpecahkan dan mengukuhkan reputasi Pajero sebagai SUV paling tangguh di dunia.
- Kejuaraan Reli Dunia (WRC): Lancer Evolution, dengan pembalap legendaris Tommi Mäkinen, mendominasi WRC pada akhir 90-an, memenangkan gelar juara dunia pembalap empat kali berturut-turut (1996-1999) dan membawa Mitsubishi meraih gelar konstruktor pada tahun 1998. Keterlibatan di WRC tidak hanya membangun citra performa, tetapi juga mendorong inovasi teknologi yang kemudian diterapkan pada mobil produksi massal.
Masa keemasan ini adalah bukti nyata filosofi "Tiga Berlian" yang berfokus pada teknik presisi, inovasi, dan ketahanan ekstrem.
Menjelajahi Milenium Baru: Adaptasi dan Tantangan (2000-an – Sekarang)
Memasuki abad ke-21, Mitsubishi Motors menghadapi serangkaian tantangan global dan restrukturisasi.
-
Aliansi dengan DaimlerChrysler (2000-2005): Mitsubishi menjalin aliansi dengan DaimlerChrysler, yang diharapkan dapat memberikan stabilitas finansial dan akses pasar. Namun, aliansi ini terbukti tidak berhasil karena perbedaan budaya perusahaan dan masalah finansial yang dialami Mitsubishi, termasuk skandal penutupan laporan cacat produksi. DaimlerChrysler akhirnya menarik diri dari kepemilikan saham mayoritas.
-
Fokus pada SUV dan Crossover: Setelah periode sulit, Mitsubishi memutuskan untuk memfokuskan sumber dayanya pada segmen yang menjadi kekuatan utamanya: SUV dan kendaraan utilitas.
- Mitsubishi Outlander (2001): Crossover SUV ini menjadi salah satu model terpenting, dikenal dengan fleksibilitas dan kemudian menjadi pelopor dalam teknologi plug-in hybrid.
- Mitsubishi Triton/L200 (2005): Pick-up double cabin ini terus menjadi tulang punggung penjualan Mitsubishi di banyak pasar global, terutama di Asia Tenggara dan Australia, berkat ketangguhan dan kemampuannya.
- Mitsubishi ASX/RVR/Outlander Sport (2010): Crossover kompak yang menawarkan efisiensi dan kepraktisan.
-
Pionir Elektrifikasi: Mitsubishi adalah salah satu produsen pertama yang serius dalam elektrifikasi.
- Mitsubishi i-MiEV (2009): Mobil listrik produksi massal modern pertama di dunia. Meskipun kecil dan memiliki jangkauan terbatas, i-MiEV adalah langkah berani yang menunjukkan komitmen Mitsubishi terhadap masa depan listrik.
- Mitsubishi Outlander PHEV (2013): Ini adalah revolusi. Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menjadi SUV PHEV terlaris di dunia dan masih menjadi salah satu model kunci Mitsubishi. Teknologi PHEV-nya yang canggih memungkinkan kombinasi efisiensi bahan bakar dan kemampuan berkendara listrik murni.
-
Kehadiran di Pasar Asia Tenggara (ASEAN): Mitsubishi semakin memfokuskan strateginya pada pasar ASEAN yang sedang berkembang pesat.
- Mitsubishi Xpander (2017): MPV (Multi-Purpose Vehicle) ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan keluarga di pasar Asia Tenggara, menawarkan kombinasi desain stylish, ruang kabin lapang, dan kenyamanan. Xpander dengan cepat menjadi best-seller di banyak negara dan merupakan kesuksesan besar bagi Mitsubishi.
-
Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi (Sejak 2016): Untuk mengamankan masa depannya di tengah persaingan global yang ketat, Mitsubishi Motors menjalin aliansi dengan Renault dan Nissan. Aliansi ini bertujuan untuk berbagi platform, teknologi, dan sumber daya, memungkinkan Mitsubishi untuk mengembangkan model baru dan tetap kompetitif di pasar global yang berubah cepat.
Teknologi dan Inovasi Sepanjang Masa
Sepanjang sejarahnya, Mitsubishi secara konsisten memperkenalkan teknologi yang mengubah permainan:
- Super Select 4WD: Sistem penggerak 4×4 paling serbaguna, memungkinkan pengemudi memilih mode 2WD, 4WD full-time, 4WD high range, dan 4WD low range dengan differential lock.
- MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system): Teknologi pengaturan katup variabel yang meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa mesin.
- INVECS-III CVT (Continuously Variable Transmission): Transmisi otomatis yang halus dan efisien.
- RISE (Reinforced Impact Safety Evolution) Body: Struktur bodi yang dirancang untuk menyerap dan mendistribusikan energi benturan secara efektif, meningkatkan keselamatan penumpang.
- Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) System: Sistem powertrain hybrid yang canggih, menggabungkan motor listrik dan mesin bensin untuk efisiensi luar biasa dan kemampuan berkendara nol emisi.
Warisan dan Masa Depan: Tiga Berlian Terus Berinovasi
Sejarah Mitsubishi Motors adalah kisah tentang ketahanan, inovasi, dan kemampuan untuk beradaptasi. Dari kapal uap hingga mobil listrik, Mitsubishi telah melalui berbagai transformasi, menghadapi tantangan, dan terus bergerak maju. Warisan performa reli, ketangguhan SUV, dan semangat pionir dalam teknologi elektrifikasi adalah fondasi kuat yang terus dibangun oleh perusahaan.
Saat ini, di bawah payung Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, perusahaan ini terus memfokuskan diri pada pengembangan kendaraan SUV, crossover, dan pick-up yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Elektrifikasi akan menjadi inti strategi mereka di masa depan, dengan model-model PHEV dan BEV (Battery Electric Vehicle) yang semakin canggih.
Mitsubishi Motors mungkin tidak selalu menjadi produsen terbesar, tetapi jejak "Tiga Berlian" telah terukir dalam sejarah otomotif sebagai simbol ketangguhan, keandalan, dan inovasi yang tak pernah padam. Mereka terus berupaya memberikan solusi mobilitas yang lebih baik, lebih aman, dan lebih berkelanjutan untuk dunia. Kisah Mitsubishi adalah pengingat bahwa warisan bukanlah tentang masa lalu semata, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai inti terus membentuk masa depan.




Leave a Comment