Dari Bengkel Lemari Es Hingga Raksasa Otomotif Global: Kisah Inspiratif Sejarah Mobil Geely
Dalam lanskap otomotif global yang penuh persaingan, beberapa kisah pertumbuhan mampu menandingi perjalanan luar biasa Geely. Dari awal yang sederhana sebagai produsen lemari es, hingga menjadi salah satu konglomerat otomotif terbesar dan paling berpengaruh di dunia, sejarah mobil Geely adalah cerminan ambisi, inovasi, dan keberanian strategis. Merek asal Tiongkok ini tidak hanya mendefinisikan ulang persepsi "Made in China" di industri otomotif, tetapi juga berhasil mengakuisisi dan merevitalisasi merek-merek ikonik seperti Volvo, Lotus, dan Proton.
Artikel ini akan membawa Anda menelusuri setiap babak penting dalam perjalanan Geely, mengupas tuntas bagaimana sebuah perusahaan yang relatif baru mampu menorehkan jejak yang begitu dalam di panggung global. Mari kita selami perjalanan Geely yang menakjubkan ini.
Babak 1: Akar dan Awal Mula – Visi Li Shufu yang Berani (1986-1997)
Kisah Geely tidak dapat dipisahkan dari pendirinya yang visioner, Li Shufu. Lahir di sebuah desa kecil di provinsi Zhejiang, Tiongkok, pada tahun 1963, Li Shufu adalah sosok yang menunjukkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Pada usia 22 tahun, di tahun 1986, ia memulai usaha pertamanya dengan membuka bengkel lemari es kecil. Ini adalah langkah awal yang tampaknya tidak berhubungan dengan mobil, namun menunjukkan kegigihan dan kemampuannya melihat peluang.
Keberhasilan di bisnis lemari es membawanya ke industri sepeda motor pada tahun 1993, di mana perusahaannya, Geely Group, dengan cepat menjadi produsen sepeda motor terkemuka di Tiongkok. Namun, ambisi Li Shufu jauh melampaui lemari es dan sepeda motor. Ia memiliki impian besar: membangun mobil.
Pada saat itu, industri otomotif Tiongkok didominasi oleh perusahaan milik negara atau joint ventures dengan merek asing. Memasuki pasar ini sebagai perusahaan swasta adalah tantangan yang sangat besar, bahkan cenderung dianggap mustahil. Namun, Li Shufu tidak gentar. Dengan filosofi "Jika Mercedes-Benz bisa melakukannya, mengapa Geely tidak bisa?", ia mengambil keputusan berani untuk terjun ke industri mobil pada tahun 1997.
Babak 2: Langkah Pertama di Industri Otomotif – Belajar dari Nol (1998-2003)
Tanpa pengalaman manufaktur mobil yang signifikan dan dengan sumber daya yang terbatas dibandingkan raksasa global, Geely memulai perjalanannya dari bawah. Mereka tidak memiliki lisensi untuk memproduksi mobil pada awalnya, sebuah rintangan birokrasi yang besar. Namun, mereka berhasil mendapatkan lisensi dari produsen mobil kecil lain, dan pada tahun 1998, mobil pertama Geely, Geely Haoqing (berdasarkan platform Daihatsu Charade), diluncurkan.
Mobil-mobil awal Geely, seperti Haoqing dan Merrie, seringkali dianggap sederhana, dengan desain yang kurang menarik dan kualitas yang belum optimal. Mereka diposisikan sebagai pilihan yang sangat terjangkau bagi konsumen Tiongkok yang baru pertama kali memiliki mobil. Pada periode ini, Geely mobil membangun reputasi sebagai produsen mobil "murah", sebuah label yang kelak akan mereka perjuangkan untuk diubah.
Meskipun menghadapi kritik dan skeptisisme, periode ini adalah fase pembelajaran krusial bagi Geely. Mereka membangun basis manufaktur, mengembangkan rantai pasokan, dan mulai memahami seluk-beluk produksi mobil. Li Shufu dan timnya belajar dengan cepat, menyerap teknologi dan pengetahuan dari mana pun mereka bisa mendapatkannya.
Babak 3: Ambisi Global dan Pengakuan Awal (2004-2009)
Seiring berjalannya waktu, Geely mulai menunjukkan kemajuan. Mereka tidak lagi puas hanya menjadi pemain domestik yang memproduksi mobil murah. Visi Li Shufu selalu global. Pada tahun 2004, Geely Holding Group didirikan, menandai restrukturisasi yang menunjukkan ambisi yang lebih besar.
Geely mulai berpartisipasi dalam pameran otomotif internasional, seperti Frankfurt Motor Show dan Detroit Auto Show, untuk memamerkan produk mereka dan menjajaki peluang ekspor. Meskipun tanggapan awal seringkali bercampur, dengan banyak yang meragukan kualitas dan desain mobil Tiongkok, Geely tetap teguh pada tujuannya.
Mereka mulai berinvestasi lebih banyak dalam penelitian dan pengembangan (R&D), serta berusaha meningkatkan standar kualitas dan keselamatan. Model-model seperti Geely MK dan Geely Emgrand EC7 mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam desain dan fitur, meskipun masih belum sepenuhnya mampu bersaing dengan merek-merek global mapan.
Namun, titik balik sesungguhnya dari sejarah mobil Geely akan datang di akhir dekade ini, sebuah langkah yang akan mengubah citra mereka selamanya.
Babak 4: Akuisisi Volvo – Lompatan Kuanta yang Mengubah Permainan (2010)
Ini adalah babak paling monumental dan berani dalam perjalanan Geely. Pada tahun 2010, dunia otomotif terkejut ketika Geely mengumumkan akuisisi Volvo Cars dari Ford Motor Company senilai $1,8 miliar. Pada saat itu, Volvo sedang berjuang di bawah kepemilikan Ford, dan banyak yang skeptis terhadap kemampuan sebuah perusahaan Tiongkok yang relatif kecil untuk mengelola merek Eropa premium seperti Volvo.
Namun, Li Shufu memiliki strategi yang jelas dan cerdas. Ia berjanji untuk menjaga independensi Volvo, mempertahankan identitas merek Swedia-nya, dan berinvestasi besar-besaran dalam R&D. Keputusan ini terbukti brilian. Di bawah kepemilikan Geely, Volvo mengalami kebangkitan yang luar biasa. Investasi baru memungkinkan Volvo untuk mengembangkan platform kendaraan modular (SPA dan CMA) yang inovatif, desain yang memukau, dan teknologi keselamatan terkemuka.
Akuisisi Volvo tidak hanya memberikan akses Geely ke teknologi canggih, keahlian teknik, dan standar manufaktur premium, tetapi juga secara drastis meningkatkan kredibilitas dan citra merek Geely di mata dunia. Ini membuktikan bahwa Geely bukan hanya pembeli, tetapi juga manajer yang cakap yang mampu menghargai dan mengembangkan merek ikonik. Geely dan Volvo menjadi contoh sukses dari kolaborasi Timur-Barat yang saling menguntungkan.
Babak 5: Ekspansi Ekosistem dan Pembentukan Sub-Merek (2011-2017)
Setelah sukses dengan Volvo, Geely tidak berhenti. Mereka mulai membangun ekosistem otomotif yang lebih luas melalui strategi akuisisi dan pengembangan sub-merek:
- Lynk & Co (2016): Diluncurkan sebagai merek bersama antara Geely dan Volvo, Lynk & Co menargetkan segmen premium yang berfokus pada konektivitas, desain modern, dan model kepemilikan yang fleksibel. Merek ini dengan cepat mendapatkan popularitas di Tiongkok dan mulai berekspansi ke Eropa.
- Akuisisi Proton dan Lotus (2017): Geely mengakuisisi 49.9% saham di produsen mobil nasional Malaysia, Proton, dan mayoritas saham (51%) di merek mobil sport Inggris, Lotus, dari DRB-HICOM. Akuisisi ini memberikan Geely pijakan yang kuat di pasar Asia Tenggara melalui Proton, dan menambahkan merek mobil sport berkinerja tinggi yang ikonik ke portofolio mereka melalui Lotus, bersama dengan akses ke keahlian teknik ringan dan performa.
- Terrafugia (2017): Geely mengakuisisi perusahaan mobil terbang Amerika, Terrafugia, menunjukkan visinya untuk masa depan mobilitas yang melampaui mobil tradisional.
Periode ini menunjukkan transformasi Geely dari sekadar produsen mobil menjadi konglomerat otomotif global yang terdiversifikasi, dengan strategi multi-merek yang cerdas.

Babak 6: Era Elektrifikasi dan Inovasi Tanpa Henti (2018-Sekarang)
Melihat tren global menuju elektrifikasi, Geely dengan cepat memposisikan diri sebagai pemimpin di bidang ini. Mereka berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan kendaraan listrik (EV) dan teknologi terkait.
- Investasi di Daimler (2018): Li Shufu, melalui perusahaannya, mengakuisisi hampir 10% saham di raksasa otomotif Jerman, Daimler AG (induk Mercedes-Benz), menjadikannya pemegang saham tunggal terbesar. Langkah ini menunjukkan ambisi global Geely dan kesediaannya untuk berkolaborasi dengan pemain-pemain besar.
- Platform Arsitektur Pengalaman Berkelanjutan (SEA – Sustainable Experience Architecture): Diluncurkan pada tahun 2020, SEA adalah platform EV modular canggih yang dikembangkan oleh Geely, dirancang untuk mendukung berbagai jenis kendaraan, dari sedan hingga SUV, dan bahkan kendaraan komersial ringan. Platform ini menjadi tulang punggung bagi banyak merek di bawah payung Geely.
- Merek EV Baru:
- Geometry (2019): Merek EV massal Geely.
- Polestar (bekerja sama dengan Volvo): Merek EV performa premium.
- Zeekr (2021): Merek EV premium yang sangat berfokus pada teknologi, konektivitas, dan pengalaman pengguna, dibangun di atas platform SEA.
- Jiyue (bekerja sama dengan Baidu): Merek EV pintar yang berfokus pada kemampuan otonom.
- Cao Cao Mobility: Geely juga terjun ke layanan mobilitas dengan meluncurkan Cao Cao Mobility, sebuah platform berbagi tumpangan dan taksi listrik.
- Geely Auto: Merek inti Geely Auto juga terus berkembang dengan meluncurkan model-model baru yang inovatif, berteknologi tinggi, dan memiliki desain menarik, seperti Geely Xingyue L (Monjaro di pasar ekspor) dan Geely Binyue. Mereka telah secara signifikan meningkatkan kualitas, fitur, dan daya tarik global.
Saat ini, Geely Holding Group memiliki portofolio merek yang luas, termasuk Geely Auto, Lynk & Co, Zeekr, Geometry, Volvo Cars, Polestar, Proton, Lotus, London Electric Vehicle Company (LEVC), Farizon Auto (kendaraan komersial), dan bahkan terlibat dalam teknologi satelit untuk mendukung kendaraan otonom. Ini menjadikannya pemain yang sangat kuat di industri otomotif global, yang mencakup hampir semua segmen pasar.
Dampak dan Pengaruh Geely di Pasar Global
Sejarah mobil Geely adalah bukti nyata bahwa dengan visi yang jelas, strategi yang berani, dan eksekusi yang konsisten, sebuah perusahaan dapat mengubah nasibnya dan menantang status quo.
- Mengubah Persepsi: Geely telah memainkan peran penting dalam mengubah persepsi global terhadap "Made in China." Dari mobil murah dengan kualitas meragukan, Geely kini diasosiasikan dengan inovasi, teknologi canggih, dan kualitas yang kompetitif.
- Model Bisnis Inovatif: Strategi akuisisi Geely yang "hands-off tapi suportif" dengan merek seperti Volvo telah menjadi studi kasus di dunia bisnis, menunjukkan bagaimana kolaborasi yang cerdas dapat menghasilkan sinergi yang luar biasa.
- Pionir Elektrifikasi: Dengan investasi besar dalam platform EV dan pengembangan berbagai merek EV, Geely memposisikan diri di garis depan revolusi kendaraan listrik.
- Ekosistem Mobilitas Lengkap: Dari mobil pribadi hingga kendaraan komersial, mobil terbang, dan layanan mobilitas, Geely sedang membangun ekosistem yang mencakup seluruh spektrum kebutuhan transportasi masa depan.
Masa Depan Geely: Terus Bergerak Maju
Melihat ke depan, Geely tampaknya akan terus menjadi kekuatan pendorong di industri otomotif. Dengan fokus yang kuat pada elektrifikasi, kendaraan otonom, konektivitas, dan keberlanjutan, mereka siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan. Pengembangan platform modular seperti SEA akan terus memungkinkan mereka untuk menghadirkan produk-produk inovatif dengan cepat dan efisien ke pasar.
Tentu saja, persaingan akan semakin ketat, baik dari merek-merek tradisional maupun startup EV baru. Namun, dengan pengalaman, sumber daya, dan visi yang telah ditunjukkan selama ini, Geely memiliki semua modal untuk terus tumbuh dan memperkuat posisinya sebagai salah satu raksasa otomotif paling berpengaruh di dunia.
Kesimpulan
Kisah sejarah mobil Geely adalah narasi tentang ambisi yang tak tergoyahkan, transformasi yang berani, dan kebangkitan yang inspiratif. Dari bengkel lemari es kecil hingga menjadi kekuatan global yang membentuk masa depan mobilitas, perjalanan Li Shufu dan Geely Holding Group adalah bukti bahwa dengan visi yang jelas dan eksekusi yang cerdas, segala sesuatu adalah mungkin. Geely bukan hanya sekadar produsen mobil; ia adalah simbol inovasi, adaptasi, dan keberanian di panggung otomotif dunia.




Leave a Comment